Rental Mobil Terbesar AS Bangkrut

Rental Mobil Terbesar di AS Bangkrut Digerogoti Corona

Rental Mobil Terbesar di AS Bangkrut Digerogoti Corona – Hertz, salah satu perusahaan rental mobil terbesar di dunia, mengajukan perlindungan kebangkrutan atau chapter 11 di Amerika Serikat dan Kanada. Hertz tak sanggup membayar utang karena bisnis rental disapu pandemi virus corona (Covid-19).

“Dampak Covid-19 pada permintaan travel menghilang tiba-tiba dan dramatis, membuat penurunan secara mendadak pendapatan perusahaan dan pemesanan pada masa yang akan datang,” tulis Hertz dalam keterangan resmi, disitat dari AFP.

Pada 2020 bisnis Hertz sempat membaik pada Januari dan Februari, namun kemudian terpukul pandemi yang menghentikan sektor pariwisata dan turis, pasar utama bisnis rental mobil.

Sofari memahami keputusan Daftar Poker Online Indonesia juga disebabkan kebijakan pemerintah yang membatasi kegiatan masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai corona.

“Ya semua batalin juga, kan semua setop dari wisata sampai yang kerja sama dengan perusahaan swasta. Yang kerjasama itu dengan lami mereka pada langsung balikin mobilnya,” kata dia. Ia mengatakan dari omzet satu bulan yang biasa mencapai Rp1 miliar, kini pendapatannya hanya berkisar lima persen.

“Sekarang stok kami 100 unit tapi yang operasional cuma 18 unit, dan sisanya ya dikandangin. Untuk saat ini penyewa kami memang masih itu tapi cuma perusahaan tertentu buat mobil operasional mereka,” ucap dia.

Hertz sudah memangkas 10 ribu karyawan di AS dan Kanada, itu mewakili 26,3 persen dari jumlah total karyawannya di seluruh dunia.

Hertz dilaporkan memiliki utang sekitar US$19 miliar

Pemilik usaha rental kendaraan 168Premiumcar tersebut menyampaikan corona terasa mulai menghambat bisnisnya sejak awal Februari. Kala itu wabah memang belum terdeteksi di Indonesia, namun penyewa mobil di tempatnya sudah terasa surut.

“Tapi yang parah-parahnya itu dari pertengahan Maret ya, mulai tanggal 20 sampai sekarang,” kata Sofari lewat sambungan telepon, Sabtu

Hertz dilaporkan memiliki utang sekitar US$19 miliar dan membutuhkan bantuan agar tetap bertahan. Perlindungan kebangkrutan yang diajukan Hertz tidak termasuk bisnis di Eropa, Australia, dan Selandia Baru begitu pula dengan waralaba yang tidak dimiliki perusahaan.

Hertz berdiri pada 1918 dan memulai bisnis rental mobil menggunakan Ford Model T. Saat ini Hertz memiliki lebih dari 9.700 waralaba di 150 negara.

Hal lain yang bikin bisnis anjlok adalah melambatnya sektor jual-beli mobil bekas. Sebanyak 700 ribu unit kendaraan Hertz saat ini menganggur karena pandemi.

Hertz yang telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun sedang goyah selama lima tahun terakhir. Pada 2019 mereka melaporkan tidak untung untuk yang keempat kalinya berurutan.

Perusahaan yang bermarkas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini juga terpaksa gigit jari karena larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Kata dia biasanya jelang lebaran merupakan waktu memperoleh cuan lebih banyak dari bulan-bulan biasa https://motorvista.com/

“Contoh ya ini dua bulan sebelum lebaran banyak pesan. Tapi sekarang yang sudah booking sudah cancel semua,” katanya. Menurut Sofari pihaknya juga tak mau ambil risiko melayani konsumen yang berniat mudik. Seperti diketahui larangan mudik pemerintah berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020.

“Ya sekarang kan pake surat-surat itu. Terus kalau tidak sesuai suratnya, nanti di jalan disuruh putar balik. Yang ada malah kami tidak dibayar sama konsumen,” ungkap dia.

Pemasukan yang berkurang mempengaruhi kemampuan perusahaan membayar cicilan mobil. Untuk hal ini Sofari menyoroti instruksi pemerintah mengenai restrukturisasi cicilan bagi pengusaha terdampak corona.

Kiriman serupa