Toyota dan Daihatsu Banting Harga Mobil

Toyota dan Daihatsu Banting Harga Mobil baru saat stok mobil yang kian menumpuk akibat dari pandemi corona atau covid-19. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)

Boleh dibilang saat ini pandemi covid-19 telah menghancurkan pasar mobil domestik bahkan sampai drop 95% pada bulan Mei 2020. Skema banting harga ini sendiri berasal dari Agen Pemegang Merek (APM) dan dealer, dan usulan agar ada intervensi pemerintah pusat dan daerah untuk memangkas pajak kendaraan mulai dari Pajak penjualan barang mewah PPNBM, BBN-KB dan pajak kendaaran bermotor.

Dilihat juga : Mobil PCR Tulungagung Diprioritaskan untuk Hasil Tracing

Toyota dan Daihatsu Banting Harga Mobil

Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Dimas Aska merespons positif soal rencana Gaikindo. Namun, ia menggarisbawahi kebijakan tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan tergantung dari strategi masing-masing dealer dari APM. Menurutnya kebijakan diskon lebih pada ranah dari dealer.

Ia bilang sejak April, Toyota sudah punya program untuk merespons pasar yang sedang drop. Langkah Toyota antara lain melakukan program kepemilikan mobil yang bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan.

Tujuannya membuat konsumen terbantu seperti cicilan pertama gratis. Selain itu program perawatan tanpa ke bengkel, hingga program memberikan kenyamanan kepemilikan kendaraan agar harga jual tetap tinggi setelah digunakan beberapa tahun semenjak dibeli konsumen.

“Pendekatan di Toyota bukan masalah stok, sejak April sudah kita antisipasi,” katanya.

Stok mobil Toyota sudah disiapkan agar tetap seimbang antara permintaan dan produksi. Ini sangat penting agar pasokan ke dealer tak berlebihan, yang justru akan berimbas buruk bagi para dealer karena terlalu banyak menimbun stok unit kendaraan.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto sempat mendorong agar pemerintah memberikan stimulus harga mobil baru untuk mengurangi stok di APM. Caranya dengan insentif PPn BM, hingga keringanan bea balik nama (BBN KB) dan Pajak Kendaraan Bermotor.

“Tiga ini harapannya segera dipenuhi. APM tentu siap banting harga, dijual dari pada stok menumpuk. Bunga (bank) juga memberatkan. Kalau stok sampai puluhan ribu bahkan ratusan ribu unit ini rusak semua. Kami APM siap banting harga turunkan harga kerjasama pemerintah, harus kerja sama,” katanya.

“APM sudah melangkah, memberikan diskon khusus. APM sudah memasarkan dengan harga khusus, agar bisa dibeli orang. Hanya tinggal pemerintah untuk memberikan sesuatu yang konkret,” kata Jongkie.

Itulah tadi berita terbaru mengenai banting harga mobil baru dari berbagai brand mobil gabungan. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu.

Kiriman serupa